BMT: Pinbuk Hingga Gelombang Ketiga

BMT (Baitul Maal wat Tamwil) adalah koperasi berbasis keuangan syariah. Baitul Maal dalam bahasa Arab artinya rumah uang. Pada awalnya Baitul Maal berfungsi sebagai lembaga yang mendistribusikan zakat dari kelompok muslim ke masyarakat. Sekarang ini Baitul Maal telah berkembang menjadi lembaga keuangan mikro seperti koperasi atau credit union. Sebagai koperasi, BMT dimiliki oleh semua anggota.

Di Indonesia, BMT awalnya berdiri sebagai gerakan komunitas muslim. Di awal 90-an ada pandangan bahwa di Indonesia masyarakat muslim terpinggirkan secara ekonomi. Untuk membentuk kekuatan ekonomi Islam maka dibentuklah koperasi syariah yang dianggap lebih tepat mewakili kepentingan kelompok muslim dimana sifatnya yang independen, mengikuti aturan keuangan Islam dan bersifat gotong royong.

Pinbuk (Pusat Inkubasi Bisnis dan Usaha Kecil) kemudian dibentuk sebagai institusi yang mendorong gerakan pendirian BMT di berbagai tempat di Indonesia. Sejak tahun 1998 sampai sekarang saja, Pimbuk telah berhasil mendirikan 3.000 lembaga keuangan mikro, termasuk di dalamnya BMT. Banyak dari BMT tersebut berdiri hanya dengan modal 2 juta rupiah kini sudah memiliki aset miliaran.

Di awal tahun 2000-an, ketika banyak BMT bertumbuh dalam hal anggota dan dana, mereka sudah beroperasi seperti halnya bank. Mereka menawarkan produk-produk seperti bank, membuka cabang dan mulai mengikuti prosedur seperti bank. Pada tahapan ini Pinbuk kemudian mulai menciptakan Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan bank complience dan juga menerapkan sistem teknologi informasi berbasiskan SOP bank yang disebut sebagai core banking system. Ada lebih dari 1.200 BMT sudah menggunakan core banking ini. BMT ketika itu sudah berubah bentuk menjadi community banking.

Kemudian, berkembangnya internet dan mobile phone benar-benar telah merubah perilaku masyarakat Indonesia. Sekarang ini konsumen ingin semua hal bisa dilakukan hanya dalam “sentuhan jari” saja. Hal ini telah merevolusi sistem perbankan di Indonesia. Di sisi lain pertumbuhan internet dan mobile bisa menjadi solusi bagi lembaga keuangan mikro seperti BMT untuk bisa bersaing seperti bank.

Itulah sebabnya pada tahun 2016 dimulai gelombang ketiga perkembangan BMT dimana BMT telah memasuki era baru menjadi institusi keuangan digital. Dengan memasuki gelombang ketiga ini BMT bisa bergerak di area-area remote, membentuk branchles society dan memperluas basis pendapatan.

Untuk memasuki era digital ini tentu saja BMT-BMT membutuhkan mindset yang berbeda, cara pandang bisnis yang berbeda dan juga perilaku yang berlaku.